Menjauh untuk Tetap Bijak
Amsal 14:7
Pergilah dari pada orang bebal, karena pengetahuan tidak ada pada bibirnya.
Dalam kehidupan ini, kita akan bertemu banyak suara — ada yang bijak, ada
yang menyesatkan.
Amsal 14:7 mengingatkan: “Pergilah dari hadapan orang bebal.” Bukan berarti kita membenci mereka, tetapi kita perlu menjaga diri dari pengaruh buruk yang bisa melemahkan hikmat dan iman.
Orang bebal bukan sekadar orang yang tidak tahu, tetapi orang yang tidak mau tahu. Mereka menolak kebenaran, mempermainkan hal-hal rohani, dan berbicara tanpa pengertian. Jika kita terus berada di dekat mereka, kita bisa ikut terbawa dalam kebingungan atau kompromi. Hikmat menuntun kita untuk tahu kapan harus berbicara, dan kapan harus menjauh.
Ada kalanya, tindakan paling rohani bukanlah berdebat, tapi melangkah pergi. Yesus sendiri diam di hadapan orang Farisi yang hatinya keras. Menghindar dari percakapan yang sia-sia bukan kelemahan, tapi tanda bahwa kita menghargai waktu dan kebenaran.
Bijak bukan berarti tahu segalanya, tetapi tahu kepada siapa kita mendengar. Lingkungan menentukan arah hidup. Maka, dekatilah orang berhikmat yang menuntun kita kepada Tuhan, dan jauhilah orang bebal yang hanya menebar kebingungan.
Hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan dengan percakapan yang tidak membangun. Pilihlah komunitas yang mendorongmu bertumbuh dalam hikmat dan iman. Kadang langkah menjauh adalah langkah maju.
"Kadang langkah paling bijak adalah melangkah pergi
dari percakapan yang tidak membawa hikmat."
